Pemerintah Kabupaten Raja Ampat secara resmi meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)

28 Jul 2025 662 views
Berita Pendidikan
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat secara resmi meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat secara resmi meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat secara resmi meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (26/7/2025). Kerja sama ini menjadi langkah awal Raja Ampat dalam membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas melalui jalur pendidikan tinggi, dengan dibiayai penuh oleh pemerintah daerah.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, dan Rektor UKSW, Prof. Dr. Intiyas Utami. Turut hadir mendampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UKSW serta jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat.

Bupati mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada UKSW atas kesediaan menjalin kerja sama. Ia mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan investasi jangka panjang untuk mengatasi kurangnya SDM di Raja Ampat, yang selama ini tidak sebanding dengan kekayaan alam dan potensi pariwisata serta perikanan yang melimpah. "Kalau tidak tanamkan dari sekarang, ke depan akan kekurangan SDM di Raja Ampat," ujarnya. 

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya, pemerintah daerah telah menggratiskan biaya pendidikan dari jenjang SD hingga SMA. "Sekarang tinggal perguruan tinggi yang kami kerja sama untuk anak-anak ini dengan biaya dari pemerintah daerah," tambahnya.

Fokus kerja sama dengan UKSW mencakup bidang kedokteran dan pariwisata. Bupati menyoroti minat tinggi anak-anak Raja Ampat pada kedokteran, namun terkendala kualitas dan pendampingan. Oleh karena itu, MoU ini secara khusus menyertakan program pendampingan intensif dari kampus, mulai dari persiapan tes seleksi hingga proses pendidikan selesai. "Pendampingan ini perlu karena pengalaman beberapa anak-anak yang kami sekolahkan namun tidak selesai pendidikannya. Kami ingin berproses hingga selesai dan kembali ikut membangun Raja Ampat," jelas Burdam.

Ia juga menyebutkan bahwa Raja Ampat telah menjalin MoU dengan beberapa perguruan tinggi lainnya sebelumnya.

Senada dengan Bupati, Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami menyambut baik kerja sama ini dan berkomitmen membantu pengembangan SDM di Raja Ampat. Ia menyoroti potensi pariwisata Raja Ampat yang membutuhkan SDM unggul untuk keberlanjutan.

"Di UKSW menawarkan sebanyak 64 program studi. Salah satu yang tadi kami sampaikan adalah kedokteran sehingga membantu pemerintah di Kabupaten Raja Ampat untuk menghasilkan dokter-dokter yang bisa membantu mengatasi permasalahan kesehatan di Raja Ampat di kemudian hari setelah lulus," ujar Prof. Intiyas. 

Selain kedokteran, UKSW juga menawarkan program studi destinasi pariwisata dan teknologi informasi, yang dianggap penting untuk masa depan Raja Ampat.

Setelah penandatanganan MoU, tim dari UKSW akan segera bergerak untuk mempersiapkan seleksi dan pemetaan minat bakat talenta-talenta unggul dari Raja Ampat. Untuk program studi kedokteran, akan ada pendampingan khusus mengingat adanya tes akademik dan kesehatan.

"Tim kami dalam waktu dekat akan mendampingi mempersiapkan seleksi admisi karena yang termasuk kampus unggul ada syarat-syarat dipenuhi dan itu akan kami dampingi," jelas Rektor.

UKSW membuka pintu lebar bagi mahasiswa dari Raja Ampat, bahkan menargetkan hingga 100 mahasiswa per tahun atau secara bertahap. Pihak UKSW juga menjanjikan fasilitas penjemputan khusus, tempat tinggal khusus di Salatiga, dan pendampingan untuk bersosialisasi dengan masyarakat setempat bagi mahasiswa yang dikirimkan.